Coenzyme Q10: Indikasi, Dosis dan Efek Samping

Coenzyme Q10 Digunakan untuk gangguan kardiovaskular dan mengurangi statin-associated muscle symptoms (SAMS).

Coenzyme Q10 Digunakan untuk gangguan kardiovaskular dan mengurangi statin-associated muscle symptoms (SAMS)..Suplemen ini juga digunakan untuk pencegahan migrain, penyakit Parkinson, dan kanker payudara dan juga mengurangi efek samping dari kemoterapi.

Suplemen ini juga digunakan untuk pencegahan migrain, penyakit Parkinson, dan kanker payudara dan juga mengurangi efek samping dari kemoterapi.

Aktivitas fisiologis Coenzyme Q10 :

Coenzyme Q10 dikenal sebagai ubiquinone, yang ditemukan di setiap sel terutama pada mitokondria. Konsentrasinya lebih banyak pada jantung, ginjal, hati dan otot. Coenzyme Q10 terlibat pada produksi energi untuk sel dan regenerasi antioksidan contohnya vitamin E.

Dosis dan Pertimbangan produk Coenzyme Q10 :

Untuk gagal jantung, dosis yang digunakan : 100 mg, 3x sehari, dikonsumsi bersamaan makanan untuk membantu penyerapan, 50 mg sampai 100 mg juga digunakan, 1x sehari untuk SAMS.

Bukti Klinis Coenzyme Q10 :

Pada tahun 2014 penelitian (New York Heart Association, NYHA) terhadap 420 pasien dengan gagal jantung kelas 3 atau 4 dan pengurangan fraksi ejeksi gagal janutng dibandingkan terhadap Coenzyme Q10 100 mg 3x sehari dengan placebo, pengujian pada minggu ke-16 dan 106. Selama 2 tahun, Coenzyme Q10 telah mengurangi resiko kematian akibat gangguan kardiovaskular dan kejadian rawat inap akibat gagal jantung.

Pertimbangan Keamanan Coenzyme Q10 :

Secara umum, Coenzyme Q10 termasuk suplemen yang aman dikonsumsi dan memiliki manfaat sebagai terapi tambahan terhadap terapi standar pada gagal jantung tetapi tidak dapat menggantikan terapi obat yang diresepkan.


Efek samping Coenzyme Q10 :

sedang dan mencakup mual, gangguan GI, anoreksia, sakit kepala, mudah marah, dan pusing. Karena masih kurangnya informasi efek dari Coenzyme Q10 pada ibu hamil dan menyusui, Coenzyme Q10 sebaiknya tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Coenzyme Q10 dapat menurunkan efektivitas dari warfarin karena secara struktur mirip dengan vitamin K, tetapi bukti nya masih diperdebatkan. Reaksi yang potensial terjadi antara Coenzyme Q10 dengan warfarin masih belum jelas, jadi tenaga kesehatan sebaiknya memperhatikan pasien yang menggunakan Coenzyme Q10.

Belum ada Komentar untuk "Coenzyme Q10: Indikasi, Dosis dan Efek Samping"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel