Studi Kasus: Kecanduan Sosial Media Serupa Dengan Kecanduan Narkoba, Benarkah?

Ketergantungan atau kecanduan pada sesuatu memberikan orang tersebut suatu kesenangan tersendiri dan jika orang tersebut ingin menghentikan perilaku kecanduannya hal tersebut akan semakin sulit ketika kecanduannya sudah semakin parah.

Psikologis telah mencari tahu bagaimana, ‘likes’, ‘comments, atau ‘new followers’ bisa memicu pelepasan dopamine, mirip dengan penggunaan opioid.

Adakah hubungan antara kecanduan sosial media yang berlebihan dengan kecandunan obat-obatan?

Psikologis telah mencari tahu bagaimana, ‘likes’, ‘comments, atau ‘new followers’ bisa memicu pelepasan dopamine, mirip dengan penggunaan opioid. Dalam kata lain, notifikasi yang muncul di hp bisa memicu pada pusat otak.

Manusia merupakan makhluk sosial yang mana bisa merasakan senang ketika berinteraksi dengan manusia lainnya. Jadi, faktanya sesuatu yang mengaktifkan jalur yang sama dengan penggunaan kokain tidak selalu mengandung arti kecanduan.

Hal ini dikhawatirkan ketika penggunaan sosial media menyebabkan perubahan yang negative.

Untuk kasus orang-orang yang seperti ini, membutuhkan ahli terapis untuk membantu mereka berhenti dari kecanduan melihat handphone terlalu lama. Seperti kasus penyalahgunaan opioid, beberapa orang rentan terhadap efek nya dibanding sebagian orang lainnya.

Kesimpulannnya

Membandingkan penggunaan sosial media yang berlebihan dengan penggunaan narkoba tampaknya terlalu berlebihan.

Sebaiknya, setiap orang perlu memeriksa perilaku masing-masing terhadap kecenderungannya menggunakan sosial media sebagai hidupnya dan mengakibatkan rutinitas yang tidak sehat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Belum ada Komentar untuk "Studi Kasus: Kecanduan Sosial Media Serupa Dengan Kecanduan Narkoba, Benarkah?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel