Ketahui Resiko Obat Batuk dan Pilek Pada Anak-Anak

Apoteker seringkali mendapat banyak permintaan dari orang tua untuk memberikannya berbagai macam obat OTC untuk pengobatan batuk dan pilek untuk anak-anak.


Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang dekongestan hidung dapat menyebabkan penyumbatan hidung kronis. FDA tidak merekomendasikan obat OTC untuk pengobatan gejala batuk dan pilek pada anak-anak dibawah usia 2 tahun

Lebih dari 40% para pengasuh dan orang tua dalam suatu survey memberikan anak-anak yang usia nya lebih muda dari 4 tahun setidaknya 1 obat OTC untuk batuk & pilek dan 25% dari nya memberikan anak-anak dekongestan.

Banyak produk OTC untuk batuk dan pilek dipasarkan untuk mengurangi gejala gangguan saluran pernafasan seperti hidung tersumbat, bersin dan batuk.

Bukti ilmiah mengenai efektivitas pengobatan ini masih kurang memadai dan berkualitas rendah.

Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang dekongestan hidung dapat menyebabkan penyumbatan hidung kronis.

FDA tidak merekomendasikan obat OTC untuk pengobatan gejala batuk dan pilek pada anak-anak dibawah usia 2 tahun. Sayangnya, uji klinis dan data kurang tersedia untuk pasien anak-anak dibawah usia 12 tahun yang biasanya mengalami kasus pilek terbanyak.

Sebuah review yang dipublikasikan pada Oktober 2018 dalam British Medical Journal membahas tengtang efektivitas pengobatan pada kasus batuk dan pilek pada orang dewasa dan anak-anak.

Hasil nya mengindikasikan bahwa dekongestan dan pengobatan yang mengandung antihistamin sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak dibawah usia 6 tahun dan diberikan dengan hati-hati pada anak-anak dibawah usia 12 tahun.

Hasil ini juga menunjukkan tidak ada bukti bahwa produk ini dapat mengurangi gejala gangguan saluran nafas pada anak-anak dan perlu dikhawatirkan mengenai efek sampingnya seperti kantuk dan gangguan pencernaan. Selain itu penulis mengutip kemungkinan efek samping serius lainnya seperti konvulsi, kematian dan takikardi pada anak-anak.

Antihistamin dan dekongestan tidak mempersingkat durasi atau secara signifikan meningkatkan gejala pilek pada umumnya. Biasanya kondisi flu/pilek bisa sembuh dengan sendirinya dalam 7 sampai 10 hari.

The American Academy of Pediatrics (AAP) juga tidak merekomendasikan penggunaan obat batuk dan pilek OTC untuk anak-anak dibawah 4 tahun.

Orang tua atau pengasuh harus menghubungi dokter anak jika tejadi hal sebagai berikut :
  • Batuk yang tidak berakhir lebih dari 3 minggu
  • Demam pada bayi usia 2 bulan atau lebih muda
  • Demam sampai 40 derajat selsius pada usia berapapun
  • Diare, mual atau muntah
  • Mudah marah atau mengantuk
  • Susah bernafas atau nafas tersengal-sengal
  • Adanya gejala dehidrasi seperti penurunan buang air kecil
  • Nyeri telinga yang persisten
  • Gejala yang memburuk

Orang tua atau pengasuh sebaiknya berhati-hati pada produk obat batuk/pilek anak-anak yang mengandung lebih dari 1 komponen, karena dapat meningkatkan kejadian overdosis jika pengobatan ini dikombinasikan dengan pengobatan lainnya (berdasarkan AAP).

AAP juga merekomendasikan pengobatan gejala batuk dan pilek dengan pengobatan dirumah seperti :
Pengaplikasian produk mentol pada bagian dada dan leher (anak usia 2 tahun atau lebih)
  • Menjaga anak tetap tehidrasi
  • Mengobati demam sesuai anjuran dokter dengan antipiretik yang diformulasi untuk anak-anak

Apoteker dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua dan pengasuh untuk berkonsultasi kepada dokter anak jika ragu akan kondisi kesehatan anak. Dan dapat memberikan peringatan untuk tetap wasdapa terhadap kepatuhan dosis, durasi penggunaan obat dan petunjuk penggunaan pada label obat.

Apoteker juga dapat memberikan informasi seputar penggunaan obat batuk dan pilek OTC yang tepat kepada pasien.

Belum ada Komentar untuk "Ketahui Resiko Obat Batuk dan Pilek Pada Anak-Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel