7 Nutrisi Wajib Bagi Ibu Hamil Selama Trimester Kedua

Diet seimbang dan bergizi selama kehamilan sangat penting bagi ibu hamil dan bayi yang sehat. Pola makan yang sehat memastikan janin mendapat nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dirinya.

Selama kehamilan, ibu hamil diharuskan mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi, berikut ini 7 nutrisi wajib bagi Ibu hamil selama trimester kedua

Makan dengan baik juga mencegah komplikasi kehamilan, termasuk kelahiran prematur, tekanan darah tinggi, dan preeklamsia.

Baca Juga : 11 Nutrisi Untuk Ibu Hamil

Selama kehamilan, ibu hamil harus memastikan mereka mendapatkan cukup vitamin, mineral, protein, lemak, dan karbohidrat untuk mendorong pertumbuhan yang sehat. Namun, tubuh ibu hamil membutuhkan kalori sedikit lebih banyak selama trimester kedua.

Dalam artikel ini, kami mencantumkan nutrisi dan makanan paling penting untuk dimakan ibu hamil selama trimester kedua dan mendiskusikan berapa banyak berat badan seorang ibu hamil yang bertambah.

7 Nutrisi Wajib Bagi Ibu Hamil Selama Trimester Kedua

Selama trimester kedua, ibu hamil harus terus makan makanan seimbang. Nutrisi berikut adalah yang paling penting bagi seseorang yang sedang hamil :

1. Zat Besi

Nutrisi tertentu menjadi lebih penting di masa kehamilan nanti.

Zat besi membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selama kehamilan, zat besi memasok oksigen ke bayi yang sedang berkembang.

Jika diet kekurangan zat besi, itu bisa menyebabkan anemia, yang meningkatkan risiko komplikasi, seperti kelahiran prematur dan depresi pascapersalinan.

Asupan zat besi harian yang disarankan selama kehamilan adalah 27 miligram (mg).

Sumber zat besi meliputi :
  • Daging tanpa lemak
  • Makanan laut yang dimasak
  • Sayuran hijau berdaun
  • Kacang dan lentil
  • Biji-bijian utuh, termasuk roti dan oat meal
  • Sereal sarapan

Tubuh menyerap zat besi dari produk hewani lebih efisien dari pada zat besi dari sumber nabati.

Jadi, ibu hamil yang tidak makan daging selama kehamilan dapat meningkatkan tingkat penyerapan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C pada saat yang sama.

Sumber vitamin C termasuk jeruk, jus jeruk, stroberi, dan tomat.

Ibu hamil harus mencoba menghindari makan makanan yang mengandung zat besi dan makanan atau suplemen yang kaya kalsium secara bersamaan. Kalsium mengurangi penyerapan zat besi.

2. Protein

Saat kehamilan, ibu hamil harus berusaha mengonsumsi 75 hingga 100 gram protein setiap hari untuk membantu otak bayi dan jaringan lainnya tumbuh. Protein juga diperlukan untuk pertumbuhan rahim dan payudara ibu.

Sumber protein yang baik meliputi:
  • Daging tanpa lemak
  • Tahu dan tempe
  • Telur
  • Ikan (dimasak, tidak mentah)
  • Kacang polong, kacang, dan lentil

3. Kalsium

Tunjangan diet yang dianjurkan untuk kalsium selama kehamilan adalah 1.000 mg. Siapa pun yang berusia kurang dari 18 tahun, yang sedang hamil, harus berupaya mengonsumsi 1.300 mg kalsium setiap hari.

Kalsium membantu tulang dan gigi bayi terbentuk, dan memainkan peran dalam kelancaran otot, saraf, dan sistem peredaran darah.

Makanan kaya kalsium meliputi :
  • Susu (susu, yogurt, keju pasteurisasi)
  • Telur
  • Tahu
  • Kacang putih
  • Kacang almond
  • Ikan sarden dan salmon (dengan tulang)
  • Sayuran hijau, seperti kangkung, brokoli, dan sayuran lobak
  • Jus buah yang diperkaya kalsium dan sereal sarapan

4. Folat

Folat sangat penting selama kehamilan karena membantu mencegah cacat tabung saraf, termasuk spina bifida, dan mengurangi risiko persalinan prematur.

Sebuah analisis dari 18 studi juga menunjukkan bahwa asam folat secara signifikan mengurangi risiko cacat jantung bawaan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Selama dan sebelum kehamilan, ibu hamil harus mengonsumsi 400 hingga 800 mikrogram (mcg) folat atau asam folat setiap hari. Sumber terbaik meliputi :
  • Kacang polong bermata hitam dan legum lainnya
  • Sereal yang diperkaya
  • Sayuran berdaun hijau gelap, termasuk bayam, kubis, dan collard hijau
  • Jeruk
  • Biji-bijian, seperti beras

Adalah ide yang baik untuk mengonsumsi suplemen asam folat atau vitamin prenatal sebelum dan selama kehamilan, karena tidak ada jaminan bahwa ibu hamil bisa mendapatkan cukup folat dari sumber makanan untuk memenuhi kebutuhan harian.

5. Vitamin D

Vitamin D membantu membangun tulang dan gigi bayi yang sedang berkembang. Asupan yang dianjurkan selama kehamilan adalah 15 mcg sehari.

Tubuh dapat membuat vitamin D dari matahari, yang memungkinkan banyak orang memenuhi sebagian kebutuhannya. Namun, perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen populasi orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kekurangan vitamin D karena kurangnya paparan sinar matahari dan faktor lainnya.

Vitamin D tidak ada dalam banyak makanan alami, tetapi makanan yang diperkaya, seperti sereal dan susu, mengandung vitamin D.

Sumber makanan vitamin D meliputi:
  • Ikan, seperti salmon dan tuna segar
  • Minyak ikan
  • Hati sapi
  • Keju
  • Kuning telur
  • Jamur yang terpapar UV
  • Jus yang diperkaya dan minuman lainnya

Suplemen vitamin D juga tersedia dan dapat menjadi penting bagi ibu hamil yang tidak hidup di iklim yang cerah.

6. Asam Lemak Omega-3

Baik ibu hamil dan bayi bisa mendapatkan manfaat dari lemak omega-3 dalam makanan. Asam lemak esensial ini mendukung jantung, otak, mata, sistem kekebalan tubuh, dan sistem saraf pusat . Omega-3 dapat mencegah persalinan dini, menurunkan risiko preeklamsia, dan mengurangi kemungkinan depresi pascapersalinan.

Asupan lemak omega-3 yang cukup setiap hari selama kehamilan adalah 1,4 g. Asam lemak omega-3 hadir dalam :
  • Ikan termasuk salmon, tuna segar, herring, dan sarden
  • Minyak ikan
  • Biji rami
  • Biji chia

Biji mengandung bentuk omega-3 yang perlu dikonversi oleh tubuh sebelum dapat menggunakannya. Seberapa baik tubuh dapat melakukan ini bervariasi dari orang ke orang.

Vegan dan vegetarian mungkin perlu mengonsumsi suplemen berbasis ganggang untuk memenuhi persyaratan omega-3 mereka selama kehamilan.

7. Cairan

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak air dari pada orang yang tidak hamil agar tetap terhidrasi. Air membantu membentuk plasenta dan kantung ketuban. Dehidrasi selama kehamilan dapat berkontribusi pada komplikasi, seperti cacat tabung saraf dan penurunan produksi ASI.

Siapa pun yang hamil harus minum setidaknya 8 hingga 12 gelas air sehari untuk mencegah dehidrasi dan komplikasinya.

Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Ibu hamil harus menghindari makanan berikut selama kehamilan mereka :
  • Daging mentah
  • Telur mentah
  • Ikan mentah
  • Ikan dengan kadar merkuri yang tinggi
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Keju lunak, seperti brie, keju biru, dan feta
  • Daging siap saji dan makanan laut

Ibu hamil harus menghindari alkohol selama kehamilan, karena tidak ada tingkat aman yang diketahui. Semua jenis alkohol dapat berbahaya dan dapat menyebabkan :
  • Keguguran
  • Kelahiran mati
  • Gangguan spektrum alkohol janin (FASD)

FASD adalah kondisi yang menyebabkan cacat fisik, perilaku, dan intelektual.

Ibu hamil dapat mengonsumsi kafein dalam jumlah terbatas. Para ahli menyatakan bahwa mengonsumsi 150 hingga 300 mg per hari aman, meskipun American Pregnancy Association menyarankan agar orang hamil menghindari kafein sebanyak mungkin.

Secangkir kopi 8 ons mengandung antara 95 hingga 165 mg kafein, dan satu porsi teh hitam 6 ons mengandung sekitar 45 mg. Minuman cola, cokelat, teh hijau, dan beberapa obat juga mengandung kafein.

Menambah Berat Badan Selama Kehamilan

Sangat alami dan sehat untuk menambah berat badan selama kehamilan. Berat badan seseorang meningkat karena volume darah yang lebih tinggi di dalam tubuh, adanya cairan ketuban, dan berat bayi.

Tubuh membutuhkan 300 kalori ekstra setiap hari selama trimester kedua dan ketiga untuk mengelola kenaikan berat badan ini.
  • 25 hingga 35 pound jika berat rata-rata (BMI 18,5 hingga 24,9)
  • 28 hingga 40 pound jika berat badannya kurang (BMI 18,5 atau kurang)
  • 15 hingga 25 pound jika kelebihan berat badan (BMI 25,0 hingga 29,9)
  • 11 hingga 20 pound jika mengalami obesitas (BMI 30,0 atau lebih)

Ibu hamil yang memiliki berat rata-rata pada awal kehamilan mereka biasanya akan bertambah 1 hingga 2 pound per minggu pada trimester kedua.

Bertambahnya berat badan lebih dari yang direkomendasikan meningkatkan risiko komplikasi, seperti tekanan darah tinggi, bayi yang lebih besar, dan kelahiran sesar.

Kesimpulan

Prinsip dasar dari makan sehat adalah serupa apakah seseorang hamil atau tidak. Tetapi selama kehamilan, sangat penting untuk fokus pada beberapa nutrisi penting, termasuk zat besi, protein, kalsium, folat, dan lemak omega-3.

Pertambahan berat badan selama kehamilan, terutama trimester kedua dan ketiga, adalah tipikal dan sehat. Untuk menghindari kenaikan berat badan lebih dari yang direkomendasikan, orang tidak boleh makan lebih dari 300 kalori ekstra per hari.

Belum ada Komentar untuk "7 Nutrisi Wajib Bagi Ibu Hamil Selama Trimester Kedua"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel