Apa yang dimaksud dengan resep obat?

Resep obat adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau undang- undang yang berlaku.

Resep obat adalah permintaan tertulis dari seorang dokter kepada apoteker untuk menyiapkan dan menyerahkan obat kepada pasien pasien

Berdasarkan Permenkes RI No 35 tahun 2014 dan 58 tahun 2014 resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi, dan dokter hewan kepada apoteker baik dalam bentuk kertas maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan kepada pasien sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Resep elektronik adalah metode yang kuat untuk mencegah terjadinya medicaiton error yang disebabkan kesealahan interprestasi seperti pada resep yang ditulis tangan.

Resep elektronik dapat memastikan dosis, bentuk sediaan, waktu pemberian yang tertulis adalah benar dan dapat juga mengetahui adanya interaksi obat, adanya alergi terhadap obat tertentu dan kesesuaianya dengan kondisi pasien, misalnya pada pasien gangguan fungsi ginjal.

Setiap lembar resep mengandung bagian-bagian yang disebut sebagai berikut :

1. Inscription, terdiri dari :

a. Bagian yang memuat nama dokter, alamat dokter, nomor SIK, tempat dan tanggal penulisan resep.

b. Tanda R/ yang berarti “recipe”. Arti kata tersebut adalah sebuah perintah “ambilah”. Maksud dari kata tersebut apoteker diminta untuk mengambil sejumlah obat yang tertulis didalam resep.

2. Prescriptio, terdiri dari :

a. Nama obat pokok yang mutlak harus ada dan jumlah yang diminta (remidium cardinal)

b. Bahan yang membantu kerja pokok (remidium adjuvans). Bahan ini tidak mutlak harus tersedia dalam resep

c. Corrigens yaitu bahan tambahan untuk memperbaiki rasa (corrigens saporis), warna (corrigens coloris) dan bau obat (corrigens odoris)

d. Consituens (vehiculum atau exipiens) merupakan zat tambahan atau bahan yang bersifat netral dan dipakai sebagai bahan pengisi dan pemberi bentuk menjadi obat yang cocok. Contohnya lactosum untuk puyer, aqua destilata dalam obat minum, dan lain-lain

e. Cara pembuatan  atau bentuk sediaan yang dikehendaki dalam resep. Contohnya: campur dan buatlah, dalam bahasa latin “mf pulv” kepanjangan dari misca pulveres = campuran dan buatlah puyer, mf l.a potio = misca fac lege artis potio = campuran dan buatlah obat minum sesuai dengan keahliannya

3. Signatura, terdiri dari :

a. Aturan pakai (S = Signa, contoh S t dd 1pulv = tandai tiga kali sehari satu bungkus)

b. Nama pasien dibelakang kata “pro” = untuk. Contohnya : Pro : Am Hermione Ganger (5th, 20kg).

Untuk pasien dewasa sebelum penulisan nama dituliskan Ny atau Tn. Bila resep untuk hewan setelah kata “pro” harus ditulis jenis hewan serta nama pemilik dan alamat pemiliknya. Contohnya : Pro : Hedwig (Burung Hantu) Tn Harry Potter

c. Penulisan alamat.

Penulisan alamat pasien akan memudahkan apotek dalam penelusuran jika terjadi masalah atau kesalahan pelayanan obat ataupun dalam rangka pelaksanaan home visit apoteker

4. Subcriptio

Subricptio merupakan penutup bagian utama resep, yang ditandai dengan penutup berupa tanda tangan atau paraf dokter yang menuliskan resep tersebut yang menjadikan resep tersebut otentik.

Untuk resep yang mengandung golongan narkotika harus di tandatangani oleh dokter tidak cukup hanya paraf dokter.

Resep yang diterima apotek harus disusun berdasarkan nomor urut resep, tanggal penerimaan dan disimpan dalam selama 5 (lima) tahun.

Semua penggantian dari obat paten ke obat generic harus seizin dokter penulis resep, untuk itu di dalam praktikum harus meminta atau diusulkan kepada dosen atau asisten dosen untuk meminta persetujuan. Begitu pula jika dosis yang tercantum dalam resep setelah dihitung mengalami kelebihan atau pun kekurangan dosis maka harus dikonfirmasi ke dokter penulis resep (dalam praktikum meminta persetujuan atau konfirmasi kepada dosen atau asisten dosen).

Jika perubahan dosis tidak diberikan oleh dokter maka harus meminta paraf dokter tersebut yang berarti dokter sudah dikonfirmasi dan menyetujui obat sediakan sesuai dengan dosis yang tercantum dalam resep (minta persetujuan kepada dosen atau asisten dosen).

5. Resep yang mengandung narkotika

Untuk resep yang mengandung obat golongan narkotika sesuai dengan peraturan yang berlaku maka :

a. Tidak boleh diulang (diberi tanda ne iter)

b. Bila obat golongan narkotika yang belum ditebus atau diambil seluruhnya, maka sisa obat dalam copy resep hanya ditebus kepada apotek yang sama

c. Resep yang diterima oleh apotek harus diperiksa terlebih dahulu atau skrining resep keaslian resep dan bagian-bagian dalam resep

Lakukan pengecekan ulang untuk pengambilan bahan obat yang ditimbang atau diambil sediaan jadinya untuk memastikan kebenaran obat yang diambil.

Perhatikan jika terdapat tanda khusus di dalam resep seperti perintah pengulangan resep (iter), atau resep yang harus segera disiapkan (cito, urgent, PIM) karena pasien sangat membutuhkan obat tersebut dengan segera, misalnya : antidotum, obat luka baka, dan lain-lain.

Beberapa obat mempunyai nama yang mirip, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam mengambil atau menyiapkan obat tersebut. Contohnya obat dengan nama mirip.

a. Resorcin dengan Resochin

Resorcin bersifat keratolitik untuk obat luar sedangkan resochin merupakan nama dagang dari quinine fosfat yang berkhasiat sebagai anti malaria.

B. Acidum salicylicum dengan acidum acetysalicylicum

Acidum salicylicum adalah obat luar dengan sifat keraolitik sedangkan acidum acetysalicylicum adalah obat dalam yang berkhasiat sebagai analgetik antipiretik

b. Quinine dengan quinidine,

Quinine adalah obat malaria sedangkan quinidine adalah obat antiaritmia atau obat jantung

c. Nipagin dan antalgin

Nipagin adalah nama lain dari methylparaben sebagai bahan pengawet sedangkan antalgin adalah nama lain dari methampyron yang berkhasiat sebagai analgetik

Apa yang dimaksud dengan resep obat?

Pada resep ini nama obat dituliskan dengan nama merk dagang dan nama generik. Resep asli disimpan di apotek dan tidak dikembalikkan ke pasien atau keluarga pasien. Resep yang disimpan di apotek hanya boleh di perlihatkan kepada :

1. Dokter penulis resep atau dokter yang merawat

2. Pasien yang bersangkutan

3. Pegawai (kepolisian, kehakiman dan tenaga kesehatan) yang ditugaskan untuk memeriksa adanya surat perintah pemeriksaan

Salinan Resep (Copy Resep)

Copy resep atau turunan resep adalah salinan yang memuat semua keterangan obat yang terdapat pada resep asli. Istilah lain dari copy reep adalah “apograph, exemplum, afschrtif”.

Salinan resep harus ditandatangani oleh apoteker pengelola apotek (APA) dan bila APA berhalangan melaksanakan tugasnya, penandatangan atau pencantuman paraf pada salinan resep dapat dilakukan oleh apoteker pendamping atau apoteker pengganti dengan mencantumkan nama lengkap dan status apoteker yang bersangkutan. Salinan resep harus dibuat bila :

1. Ada obat yang harus diulang penggunaannya (terdapat kata iter dalam resep)

2. Atas permintaan pasien sebagai bukti kepada instansi yang menjamin biaya kesehatan pasien

3. Bila ada obat yang belum ditebus seluruhnya dalam resep

pada salinan resep nama obat disalin sesuai dengan aslinya, kecuali bila ada jenis obat yang namanya atau jumlahnya diganti sesuai dengan persetujuan dokter maka dilembar salinan resepnya ditulis nama dan jumlah obat yang sudah diganti.

Resep yang mengandung tulisan “iter” dapat diberikan salinan resep dan pada salinan resep yang dibuat dicantumkan pengulangan yang tersisa yang dapat diberikan kepada pasien. Aturan pada pemberian salinan resep dengan iter harus diperhatikan adalah untuk resep narkotika tidak boleh diberikan dengan iter. Jika dokter penulis resep maksud memberikan resep yang sama kepada pasien, dokter penulis harus menuliskan obat yang dimaksud pada lembaran resep harus menuliskan obat yang dimaksud pada lembaran yang baru. Resep yang mengandung golongan tertentu dapat di berikan dengan iter.

Singakatan Latin

Resep dibuat dengan menggunakan bahasa latin. Bahasa ini relatif tidak mengalami penyerapan dengan bahasa lain. Dalam penulisan resep dokter akan menuliskan resep dengan menggunakan singkatan bahasa latin. Singkatan ini sudah merupakan bahasa resmi seluruh dunia. Contoh singkatan latin yang biasa digunakan di resep.

1. Ac = ante coenam = sebelum makan

2. Adde = adde = tambahkan

3. Pc = post coenam = sesudah makan

4. Mf = misca fac = campur buatlah

5. m i = mihi ipsi = pemakaian sendiri

6. Dtd = dotales dosis = berikan dengan takaran sebanyak itu

7. S = signa = tandailah

8. Prn = pro renata = jika perlu

9. Sos = si opus sit = jika perlu

10. Sns = si necesse sit = jika perlu

11. Ad = ad = sampai atau hingga

12. Aa = ana = sama banyak

13. s t dd gtt ll ads = signa ter de die guttae duo auric dextro et sinistro = tandai tiga kali sehari 2 tetes pada telinga kanan dan kiri

14. s b dd gtt l od  = signa bis de die guttae unum oculo dextro = tandai dua kali sehari satu tetes pada telinga kanan

15. s qt dd gtt ll o2 = signa quator de die guttae dua oculo duo = tandai empat kali sehari dua tetes pada kedua mata

Belum ada Komentar untuk "Apa yang dimaksud dengan resep obat?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel