Cara Menggunakan Sonikator di Laboratorium

Sonikator adalah alat yang mengubah sinyal listrik menjadi getaran fisik yang bisa diarahkan ke suatu zat. Bagian utama dari instrumen Sonikator adalah generator listrik ultrasonik. Perangkat ini menciptakan sinyal, biasanya sekitar 20 KHz yang memberi kekuatan transduser.

Tahukah kami bagaimana cara menggunakan alat atau instrumen sonikator dilaboratorium? simak caranya sebagai berikut..

Sonikasi merupakan aplikasi penggunaan energi suara untuk proses pengadukan partikel pada suatu sampel dengan tujuan bermacam-macam. Sonikasi menggunakan energi suara untuk menggerakkan partikel yang bearada dalam suatu sampel untuk berbagai keperluan seperti ekstraksi beberapa senyawa dari tanaman, mikroalga dan rumput laut.

Sonikasi dapat digunakan untuk mempercepat proses pelarutan suatu materi dengan prinsip pemecahan reaksi intermolekuler, sehingga terbentuk suatu partikel yang berukuran nano. Sonikasi berarti pemberian perlakuan ultrasonik suatu bahan pada kondisi tertentu, sehingga menyebabkan bahan tersebut mengalami reaksi kimia sebagai akibat perlakuan teyang diberikan. Prosesnya dengan menggunakan gelombang ultrasonik pada rentang frekuensi 20 KHz-10 MHz atau yang dikenal dengan istilah ultrasonikasi.

Sonikasi memiliki banyak efek, baik kimia maupun fisik. Efek kimia dari berkaitan dengan pemahaman efek gelombang sonik pada sistem kimia, ini disebut sonochemistry. Efek kimia dari (ultrasound) tidak berasal dari interaksi langsung dengan spesies molekuler. Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kopling langsung dari bidang akustik dengn spesies kimia pada tingkat molekuler dapat menjelaskan
sonokimia.

Sonikasi dapat digunakan untuk produksi nanopartikel, seperti nano emulsi, nanokristal, liposom dan emulsi lilin, serta untuk pemurnian air limbah, degassing, ekstraksi polisakarida rumput laut minyak nabati, ekstraksi antosianin dan antioksidan, produksi biofuel, desulfurisasi minyak mentah, gangguan sel, polimer dan pengolahan epoksi, dan perekat menipis.

Proses sonikasi diterapkan dalam farmasi, makanan, kosmetik, air, pelapis, tinta, cat, pengerjaan logam, perawatan kayu, pengerjaan logam, nanokomposit, pestisida, bahan bakar, produk kayu dan banyak industri lainnya.

Sonikasi juga dapat digunakan untuk mempercepat pembubaran, dengan cara memecah interaksi antarmolekul serta menganalisis dinamika molekular dan kinetika reaksi pada pembelahan molekul. Ini sangat berguna ketika tidak memungkinkan untuk mengaduk sampel, seperti tabung NMR dan juga dapat digunakan sebagai penyedia energi untuk melanjutkan reaksi kimia tertentu.

Sonikasi juga dapat digunakan untuk menghilangkan gas-gas terlarut dari cairan (degassing) dengan carasonicating adalah cairan saat berada di bawah ruang yang hampa udara. Hal tersebut merupakan alternative dari metode pembekuan dan peleburan.

Aplikasi di bidang biologi, sonikasi cukup untuk mengganggu atau menonaktifkan bahan-bahan biologis. Sebagai contoh, sonikasi sering digunakan untuk mengganggu membran sel dan melepaskan konten seluler. Proses ini disebut sonoporation kecil unilamellar vesikel (SUV) dan dapat dibuat oleh sonikasi dari suatu dispersi vesikel multilamellar besar (LMVs).

Sonikasi juga digunakan untuk memfragmentasi molekul DNA, di mana DNA yang mengalami periode singkat disonikasi dan dicukur menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil. Pada umumnya sonikasi digunakan dalam nano teknologi untuk nano partikel merata dalam cairan dan juga digunakan untuk memecah agregat partikel koloid berukuran mikro.

Sonikasi juga dapat digunakan untuk memulai proses kristalisasi dan bahkan mengontrol kristalisasi polimorfik. lni digunakan sebagai campur tangan dalam presipitat anti-pelarut (kristalisasi) untuk membantu pencampuran dan mengisolasi kristal kecil.

Sonikasi adalah mekanisme yang digunakan dalam pembersihan ultrasonik untuk memilih partikel man yangmelekat pada permukaan. Selain aplikasi ilmu laboratorium, sonikasi juga digunakan membersihkan benda-benda seperti
kacamata dan perhiasan.

Sonikasi juga digunakan pada industri makanan. Aplikasi utamanya adalah dispersi untuk menghemat emulgator mahal (mayones) atau untuk mempercepat proses penyaringan (minyak nabati) dan lain-lain. Percobaan dengan sonifikasi untuk pembuatan cairan dan minuman beralkohol lainnya juga telah dilakukan. Pada sampel tanah digunakan untuk memecah agregat tanah yang memungkinkan studi tentang konstituen yang berbeda dari agregat tanah (terutama bahan organik tanah) tanpa memberikan perlakuan kimia yang keras.

Di laboratorium, biasanya diterapkan menggunakan rendaman ultrasonik atau probe ultrasonik, bahasa sehari-hari dikenal sebagai sonikator. Dalam mesin pembuat kertas, foil ultrasonik dapat mendistribusikan serat selulosa lebih seragam dan memperkuat kertas. Pada kesempatan kali ini admin akan membahas bagaimana cara menggunakan sonikator di laboratorium

Cara Menggunakan Sonikator di Laboratorium

1. Tambahkan air sampai batas yang ditentukan

2. Tekan tombol power

3. Tekan tombol mode, setting waktu yang diinginkan

4. Tekan tombol mode, setting temperatur yang diinginkan

5. Tekan tombol mode kembali nanti dilayar akan muncul tulisan: wait, timer yang diinginkan, temperatur yang ada sekarang, temperatur yang diinginkan.

6. Tekan start

7. Apabila telah selesai, maka tekan tombol power untuk matikan alat

Catatan Untuk Menggunakan Sonikator

Air yang digunakan untuk sonikator harus aquadest.

Belum ada Komentar untuk "Cara Menggunakan Sonikator di Laboratorium"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel