Apa itu Skrining Fitokimia? Kenali Fungsi dan Prosedur Kerjanya

Metode skrining fitokimia ini adalah metode analisis untuk menentukan jenis metabolit sekunder yang ada pada tumbuhan-tumbuhan yang sifatnya dapat bereaksi secara khas ( menghasilkan warna-warna ) dengan pereaksi tertentu.

Metode skrining fitokimia ini adalah metode analisis untuk menentukan jenis metabolit sekunder yang ada pada tumbuhan

Khasiat farmakologi dari tumbuhan obat ditentukan oleh suatu kandungan metabolit sekunder yang berada didalam tumbuhan obat pada bagian tertentu tumbuhan seperti daun, batang, kulit batang, dan buah dan lain-lain.

Metode skrining fitokimia dilakukan melalui serangkaian-serangkaian pengujian dengan menggunakan pereaksi-pereaksi tertentu.

Metode uji fitokimia yang paling banyak digunakan adalah metode reaksi warna-warna dan pengendapan yang dapat dilakukan dilaboratorium kampus.

Prosedur Kerja Skrining Fitokimia

1. Alkaloid

Alkaloid merupakan golongan senyawa kimia metabolit sekunder yang bersifat basa dan mempunyai aktivitas fisiologis tertentu

Prosedur Kerja :
  • 1-2 gram ekstrak dimasukkan kedalam tabung reaksi
  • Tetesi dengan HCL 2N, kemudian dibagi menjadi 2 tabung reaksi
  • Pada tabung ke 1 ditambahkan peraksi mayer
  • Pada tabung ke 2 ditambahkan pereaksi dragendrof

Terrbentuknya endapan putih atau kuning berarti positif mengandung senyawa alkaloid mayer sedangkan jika terbentuk endapan jingga berarti senyawa alkaloid dragendrof

2. Flavanoid

Alkaloid merupakan senyawa golongan fenol terbesar yang terdapat dalam semua tumbuhan berpembuluh.

Prosedur Kerja :
  • 1-2 gram ekstrak dimasukkan kedalam tabung reaksi
  • Kemudian di tambah 10ml air panas dan didihkan selama 5 menit lalu disaring.
  • Filtrat (hasil saringan) yang diperoleh diambil 5ml 
  • Kemudian tambahkan serbuk magnesium, 1ml hcl dan amyl alkohol, kocok kuat.

Terbentuknya warna kuning, orange atau merah menunjukkan adanya senyawa flavanoid

3. Kuinon

Kuinon merupakan senyawa dalam jaringan yang mengalami oksidasi dari bentuk kuinol menjadi kuinon. Senyawa kuinon merupakan turunan p-benzokuinon.

Prosedur Kerja :
  • 1-2 gram ekstrak dimasukkan kedlam tabung reaksi
  • Tambahkan 10 ml air kemudian panaskan selama 15 menit
  • Kemudian Saring, Filtrat yang didapat di tambahkan NAON 1N

Terbentuknya warna merah maka positif menunjukkan adanya senyawa kuinon

4. Tanin dan Polifenol

Tanin merupakan polifenol tanaman yang memiliki fungsi memikat dan mengendapkan protein.

Prosedur Kerja :
  • 1-2 gram ekstrak dimasukkan kedalam tabung reaksi
  • Tambahkan aquadest kemudian dipanaskan selama 5 menit
  • Tambahkan beberapa tetes Fecl3 1%

Terbentuknya warna cokelat menunjukkan adanya senyawa tanin, sedangkan terbentuknya warna hitam menunjukkan adanya senyawa fenolik.

5. Saponin

Saponin Merupakan glikosida yang ada pada tumbuhan, Saponin ini merupakan metabolit sekunder yang dapat membentuk busa secara persisten.

Prosedur Kerja :
  • 1-2 gram ekstrak dimasukkan kedalam tabung reaksi
  • Tambahkan 10ml air panas dan 1 tetes HCL 1%
  • Kemuduan kocok kuat-kuat selama 10 detik

Terbentuknya busa selama 1 sampai 10 menit menunjukkan adanya senyawa saponin

6. Steroid dan Triterpenoid

Triterpenoid merupakan senyawa kerangka karbon yang berasal dari isoprena dan secara biosintesi dirumuskan dari senyawa hidrokarbon.

Prosedur Kerja :
  • Sejumlah ekstrak dimaserasi dengan 10 ml eter selama 2 jam
  • Setelah 2 jam kemudian disaring, filtrat yang didapat diuapkan didalam cawan
  • Residu yang diperoleh ditambahkan 2 tetes asam asetat anhidrat dan 1 tetes H2S04 pekat

Terbentuknya warna merah menunjukkan adanya senyawa steroid, sedangkan terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa Triterpenoid

Belum ada Komentar untuk "Apa itu Skrining Fitokimia? Kenali Fungsi dan Prosedur Kerjanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel