Vitamin dari Makanan dan Vitamin dari Suplemen, Mana yang lebih baik?

vitamin adalah molekul organik yang merupakan mikronutrien penting bahwa organisme membutuhkan untuk metabolisme tubuh.

Pada umumnya vitamin berasal dari makanan, tetapi bagaimana jika vitamin dari suplemen apakah baik untuk tubuh?

Vitamin memiliki fungsi biokimia yang beragam. Vitamin A bertindak sebagai pengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel dan jaringan. Vitamin D menyediakan fungsi seperti hormon, mengatur metabolisme mineral untuk tulang dan organ lainnya. Vitamin B kompleks  berfungsi sebagai enzim kofaktor (koenzim) atau prekursor untuk mereka. Vitamin C dan E berfungsi sebagai antioksidan.

Ada kabar baik dan buruk mengenai vitamin dan mineral :

1. kabar baiknya adalah mengonsumsi vitamin dan mineral tertentu berkaitan dengan resiko kematian dini yang lebih rendah.

2.  Kabar buruknya yaitu resiko kematian lebih rendah hanya terlihat pada nutrisi yang ada dari makanan bukan suplemen, menurut penelitian terbaru.

Hasil penelitian ini menunjukkan : nutrisi dari makanan yang tidak terlihat dari suplemen. Dan juga mengonsumsi sejumlah nutrisi dalam dosis besar melalui suplemen mungkin berbahaya.

Penelitian menemukan bahwa mendapatkan kalsium dalam jumah tinggi dari suplemen dikaitkan dengan peningkatan resiko kematian akibat kanker. Studi ini dipublikasikan pada 8 April lalu dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Vitamin Makanan dan Vitamin Suplemen

Penelitian menganalisis informasi dari, 27,000 orang dewasa di U.S, usia 20 tahun keatas yang mengikuti survei kesehatan nasional. Partisipan survei diwawancara mengenai makanan apa yang dikonsumsi dalam 24 jam terakhir dan apakah mengonsumsi suplemen dalam 30 hari terkahir. Partisipan diteliti selama rata-rata sekitar 6 tahun.

Selama masa studi, sekitar 3,600 orang meninggal dari jumlah tersebut; 945 meninggal akibat penyakit jantung dan 805 meninggal karena kanker.

Studi ini menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi jumlah yang cukup dari vitamin K dan magnesium memiliki resiko kematian lebih rendah dari penyebab apapun selama masa studi, dibandingkan dengan seseorangn yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Selain itu, seseorang yang mengonsumsi vitamin A, vitamin K, zinc atau tembaga memilki resiko kematian lebih rendah akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan nutrisi ini dengan cukup.

Tetapi ketika para peneliti mempertimbangkan sumber dari nutrisi ini, hanya nutrisi dari makanan yang dikaitkan dengan resiko kematian yang lebih rendah.

Penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi kalsium dalam jumlah tinggi dari suatu suplemen (setidaknya 1000 mg) dikaitkan dengan resiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi. Tetapi tidak ada hubungan antara asupan kalsium dari makanan dan resiko kematian akibat kanker.

Kesimpulannya

Asupan nutrisi yang cukup dari makanan dikaitkan dengan penurunan angka kematian, sementara asupan berlebih dari suplemen bisa berbahaya.

Namun, para peneliti mencatat bahwa mereka mereka tidak secara objektif mengukur apa yag dikonsumsi oleh partisipan, tetapi mereka mengandalkan laporan temuan mereka yang mungkin sepenuhnya belum akurat. Penelitian selanjutnya harus terus memeriksa potensi resiko dan manfaat dari suplemen.

Resiko dari Vitamin Suplemen

Studi terbaru ini bukan yang pertama kali mengaitkan antara penggunaan suplemen dengan efek yang berbahaya. Pada tahun 2011, penelitian yang besar menemukan bahwa penggunaan suplemen vitamin E dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker prostat pada pria. Dan juga, studi yang terpisah yang dilakukan pada wanita lansia menemukan bahwa penggunaan suplemen dikaitkan dengan peningkatan resiko kematian selama masa studi kurang lebih 20 tahun.

Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan agar seseorang mencoba mendapatkan nutrisi dari makanan dengan makan makanan yang sehat. Makanan dapat mengandung komponen yang bermanfaat yang tidak ditemukan dalam suplemen, seperti serat atau senyawa bioaktif.

Namun, seseorang dengan penyakit atau kondisi tertentu mungkin tidak dapat memperoleh semua nutrisi yang mereka butuhkan dari makanan dan karenanya mungkin perlu mengonsumsi suplemen.

Konsultasikan juga kepada dokter jika ingin menggunakan suplemen tertentu.

Belum ada Komentar untuk "Vitamin dari Makanan dan Vitamin dari Suplemen, Mana yang lebih baik?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel