Penggunaan Obat Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan puasa Ramadhan. Bagi umat Muslim yang sedang dalam kondisi sakit atau dalam masa pengobatan tapi tetap ingin berpuasa, konsultasikan dulu dengan dokter Anda, apakah boleh berpuasa atau tidak? Kalau penyakitnya masih ringan dan bisa kuat berpuasa, bagaimana cara minum obatnya?

Nah sekarang admin mau share infografisnya yang lebih jelas. Disimak yaaa..

Penggunaan Obat saat Puasa di Bulan Ramadhan

Saat berpuasa, penggunaan obat yang dipengaruhi terutama yaitu pada Obat yang diminum (oral). Karena sedang berpuasa, otomatis tidak bisa minum obat. Sedangkan durasi waktu minum obat akan mempengaruhi efek terapi yang dihasilkan. Jadi jangan sembarangan mengubah waktu minum obat tanpa konsultasi dengan dokter dan/atau Apoteker Anda.

Baca Juga : 7 Tips Tetap Semangat Bekerja Saat Puasa

Jika ada pilihan obat yang dapat diminum hanya 1 atau 2 kali sehari, mintalah pada dokter untuk diresepkan Obat jenis tersebut. Sehingga dapat diminum pada saat sahur atau berbuka puasa, jika harus diminum 1 kali sehari. Atau diminum saat sahur dan berbuka puasa, jika harus diminum 2 kali sehari.

Tanyakan pada Apoteker waktu terbaik untuk minum obat tersebut, apakah pagi (sahur) atau malam hari (berbuka).

Obat idealnya digunakan dengan rentang waktu (durasi) yang sama. Terutama untuk Antibiotik yang efeknya sangat tergantung dengan kadar dalam darah. Misalnya 3X sehari artinya setiap 8 jam, 4 kali sehari setiap 6 jam. Namun hal ini tidak bisa dilakukan saat berpuasa.

Sebaiknya memang menggunakan obat yang durasinya lebih panjang. Misalnya Obat antihipertensi kaptopril yang digunakan 3 X sehari, dapat diganti lisinopril yang digunakan 2 X sehari saja, yaitu setiap 12 jam. Tentu saja penggantian ini harus dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. Bagaimana jika tidak ada pilihan penggantinya?

Untuk Obat yang hanya bisa digunakan 3 X sehari dapat diminum setiap 5 jam. Yaitu pada saat sahur (4.30), berbuka (18.30) dan menjelang tidur (23.30).

Bagaimana jika 4 kali sehari? Penggunaan Obat 4 X sehari tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama Antibiotik, karena akan mempengaruhi kadar obat. Obat yang Harusnya digunakan setiap 6 jam, menjadi hanya setiap 3 jam. Konsultasikan lebih dulu dengan Apoteker Anda, sebelum menggunakan obat saat berpuasa.

Apakah diminum sebelum atau sesudah makan? Hal ini juga harus diperhatikan dalam menggunakan obat saat puasa. Karena ada obat tertentu yang dipengaruhi oleh adanya makanan di dalam lambung.

Jika harus diminum sebelum makan, maka Obat diminum selambatnya 30 menit sebelum makan besar saat sahur dan/atau berbuka, tergantung waktu minum obat. Jika harus diminum sesudah makan, maka Obat diminum 15 menit setelah makan besar saat sahur dan/atau berbuka.

Bagaimana jika ada obat yang harus diminum sesudah makan menjelang tidur? Maka cukup dengan makan roti atau makanan lain yang dapat mengisi lambung.

Jika Obat tidak harus diminum sebelum atau sesudah makan, maka tidak menjadi masalah, tidak harus memperhatikan jadwal makan besar. Cemilan ringan juga dibolehkan.

Sebenarnya bagi orang yang sakit, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun bagi orang yang menderita penyakit kronis, harus terus menerus minum obat, dan umumnya ingin tetap berpuasa.

Jika memang dokter mengizinkan untuk berpuasa, mintalah Obat yang penggunaannya berdurasi panjang, misalnya 1 atau 2 kali sehari. Sehingga dapat digunakan setiap 24 jam atau 12 jam (pada jam yang sama).

Jika tidak ada jenis Obat seperti itu, dan terpaksa minum 3X sehari, maka pengaturan minum obatnya yaitu setiap 5 jam. Namun tidak dianjurkan untuk Antibiotik. Tanyakan dengan jelas pada Apoteker, bagaimana cara minum obatnya.

Itu tadi sudah dishare Penggunaan Obat yang diminum (oral) pada saat puasa. Tapi tidak semua obat membatalkan puasa lho! Obat yang digunakan tidak melalui mulut dan Saluran Cerna, umumnya tidak membatalkan puasa.

Apa saja Obat yang tidak membatalkan puasa? Dapat dilihat pada gambar berikut. Hal ini berdasarkan rekomendasi dan kesepakatan para ahli medis dan ulama negara-negara Islam pada sebuah Seminar Fiqih-Medis di Maroko tahun 1997.

Menurut fatwa ulama dunia dapat dibaca pada link berikut :

https://www.atsar.id/2015/06/masalah-masalah-yang-sering-ditanyakan.html

https://m.kiblat.net/2014/07/03/pembatal-pembatal-puasa-yang-selalu-ditanyakan-kepada-ulama/

Sumber referensi dari tulisan Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, guru besar farmakologi Fak. Farmasi UGM.

Silakan baca selengkapnya di sini:
https://zulliesikawati.wordpress.com/2014/07/01/bagaimana-cara-menggunakan-obat-di-bulan-ramadhan/

Selamat menjalankan ibadah puasa, Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Dan Semoga kita semua berada dalam kondisi sehat wal afiat hingga akhir ramadhan. Aamiinn.

Sumber : Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

Belum ada Komentar untuk "Penggunaan Obat Saat Puasa di Bulan Ramadhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel